Kamis, 26 Mei 2011

FERTILISASI

Fertilisasi adalah suatu proses penyatuan antara sel mani / sperma dengan sel telur di tuba falopii. (Rustam Mochtar, 1998)

SEL TELUR (OVUM)
Wanita mnghsilkan sebuah telur atau ovum. Proses ini trjdi dlm ovarium, khsusnya pd folikel ovarium. Setiap bln satu ovum mnjdi matur, dngn sel2 yg mendukungnya.
Saat ovulasi, ovum keluar dari folikel ovarium yg pecah. Kadar esterogen yg tinggi meningkatkan gerakan tuba uterina, shgga silia tuba trsbut dpt menangkap ovum dan menggerakkannya sepanjang tuba menunggu rongga rahim. Ovum tidak dapat berjalan sendiri.
2 lapisan jaringan pelindung yang mengelilingi ovum :
Lapisan pertama berupa membran tebal tidak berbentuk, yang disebut zona pelusida. Lingkaran luar yang disebut korona radiata, terdiri dari sel-sel oval yang dipersatukan oleh asam hialuronat.
• Ovum dianggap subur selama 24 jam setelah ovulasi. Apabila tdk difertilisasi oleh sperma, ovum bergenerasi           
dan diabsorpsi.


                         
  


B. SEL MANI (SPERMATOZOON)
Ejakulasi pd hbngn seksual dlm kondisi normal mengakibatkan p’geluaran satu sendok teh semen, yang mengandung 200 sampai 500 juta sperma ke dlm vagina. Sperma berenang dgn gerakan flagella pd ekornya. Beberapa sperma dpt mencapai t4 fertilisasi dlm 5 menit, tetapi rata-rata waktu yg dibutuhkan adalah 4 sampai 6 jam. Sperma akan ttap hidup dlm sistem reproduksi wanita selama 2 sampai 3 hari. Kebanyakan sperma akan hilang di vagina, di dalam lendir serviks, di endometrium, sperma memasuki saluran yg tdk memiliki ovum.
Sewaktu sperma berjalan melalui tuba uterina, enzim-enzim yang dihasilkan di sana akan membantu kapasitasi sperma. Kapasitasi ialah perubahan fisiologiyang membuat lapisan pelindung lepas dari kepala sperma. sehingga terbentuk lubang kecil di akrosom, yg memungkinkan enzim (seperti hialuronidase) keluar. Enzim-enzim ini dibutuhkan agar sperma dapat menembus lapisan pelindung ovum fertilisasi.


gambar pembuahan ovum

PERKEMBANGAN DAN PERJALANAN OVUM
Pada saat sperma mencapai oosit, terjadi:

  1. Reaksi zona / reaksi kortikal
  2. Oosit menjadi pronukleus wanita
  3. Inti sperma membentuk pronukleus pria.
  4. Ekor sel sperma terlepas dan berdegenerasi.
  5. Pronukleus pria dan wanita bersatu dan membentuk zygot yang memiliki jumlah DNA genap / diploid.
Hasil utama pembuahan :                       
  1. Penggenapan kembali jumlah kromosom
  2. Penentuan jenis kelamin
  3. Permulaan proses embriogenesis
PEMBELAHAN

     Zygot mengalami proses pembelahan mitosis beberapa kali, sampai terbentuk 16 sel yang akan menjadi  morula pada hari ke 3 – 4 setelah fertilisasi dan berlanjut terus sampai terbentuk trofoblast

                




Implantasi atau nidasi
Adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium.
(SINOPSIS OBSTETRI,1998)

Sumber : Dasar – Dasar Obstetri dan Ginekologi (2002)




0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More