Minggu, 19 Desember 2010

Mengenal Gejala Dan Mekanisme Keputihan Pada Wanita Dan Pria

Mengapa keputihan?. Keputihan ada dua jenis. Keputihan yang normal faali, dan keputihan yang tergolong penyakit. Jenis yang faali tak perlu diobati, sebab tidak membahayakan, selain tidak menular Sedang keputihan penyakit harus secepatnya diobati agar tidak bertambah parah, dan menjaga kemungkinan menularkan kepada pasangan seks, selain bisa bermasalah dalam proses terjadinya kehamilan, atau pengaruhnya terhadap penentuan jenis kelamin anak yang bakal dikandung nantinya.
Wanita yang keputihan sebab penyakit cenderung sukar punya anak laki-laki. Kita tahu, spermatozoa dalam air mani laki-laki mengandung separuhnya spermatozoa berjenis X, dan separuhnya lagi berjenis Y. Kedua jenis spermatozoa ini berbeda sifat maupun tabiatnya. Spermatozoa Y lebih ringkih dan lemah dibanding spermatozoa X.

Suasana vagina yang kelewat masam akibat penyakit keputihan yang menjadikan spermatozoa Y, yakni jenis sperma yang membuahi sel telur menjadi bayi laki-laki (sex chromosome XY) mudah rusak dan mati, dibanding spermatozoa jenis yang X pembuah anak perempuan.
Oleh karena spermatozoa X lebih tahan masam selain lebih gesit dibanding spermatozoa Y si pembuah anak laki-laki, maka dalam suasana keputihan, wanita lebih besar peluangnya berbuah bayi perempuan (sex chromosome xx), ketimbang berbuah anak laki-laki.

Keputihan jenis penyakit disebabkan oleh salah satu atau lebih dari tiga jenis bibit penyakit. Secara kasar penyebabnya dapat diduga hanya dengan melihat keluhan, gejala, sifat, dan tanda keputihannya.

Keputihan jenis yang normal dan bukan penyakit biasanya bening encer, umumnya muncul saat ovulasi, menjelang haid, saat mendapat rangsangan seks, atau selagi hamil. Keputihan normal semacam ini biasanya tidak gatal, tidak pula berbau. Keputihan faali tidak menular karena memang tidak ada bibit penyakitnya. Sedangkan keputihan penyakit, oleh karena berbibit penyakit, tentu bisa menular kepada pasangan seks. Sifat lendirnya lebih kental, biasanya menyisakan noda flek di pakaian dalam, mungkin berwama putih susu, kuning, atau kehijauan, dan selalu berbau selain gatal pula.

Dengan melihat seperti apa warna keputihannya, untuk praktisnya dokter dapat menduga apa jenis bibit penyakit yang menjadi penyebabnya. Keputihan yang disebabkan oleh jamur candida albicans berwarna putih susu (menjadi serbuk seperti bedak kalau mengering), yang disertai gatal yang hebat. Akibat garukan yang keras dan berulang, bahkan bisa sampai melukai dan menimbulkan lecet-lecet pada bibir vagina dan sekitarya, menimbulkan tambahan keluhan dan penyakit.

Keputihan yang disebabkan oleh parasit trichomonas vaginalis, dan ini jenis keputihan yang paling sering, biasanya berwarna kekuningan, disertai gatal, berbau, selain kental pula. Sedang keputihan yang disebabkan kuman umumnya berwarna kehijauan, sama-sama gatal, dan berbau juga.

Lain penyebab keputihan, lain pula obatnya. Untuk kepastian apa penyebab keputihannya, aturan mediknya harus dilakukan pemeriksaan khusus. Lendir keputihannya diambil langsung dari vagina dengan alat sendok khusus di laboratorium. Kemudian lendirnya diperiksa, dibiak, dan dari sana akan terungkap siapa bibit penyakit penyebabnya. Namun, cara ini tidaklah praktis dan perlu waktu beberapa hari menunggu hasilnya.
Untuk praktisnya, sering-sering dalam praktik, di tangan dokter yang berpengalaman, hanya dengan menanyakan warna keputihannya saja, seperti apa keluhannya, biasanya sudah dapat langsung diberikan apa jenis obatnya, dan umumnya tepat.

Tak jarang keputihan penyakit bukan hanya satu penyebabnya. Adakalanya oleh penyebab ganda atau lebih dari dua jenis bibit penyakit. Untuk kasus demikian, obatnya pun perlu lebih dari satu jenis.

Keputihan penyakit, apa pun penyebabnya, perlu diobati sebelum hasil perkawinan, agar tidak menulari pasangan hidup nantinya. Selain itu, komplikasi yang mungkin timbul, bisa buruk dampaknya terhadap kesuburan. Bisa jadi infeksi akan menjalar sampai ke bagian organ reproduksi yang lebih atas, yakni ke rahim, dan saluran telur.

Jika masih juga keputihan saat memasuki hari perkawinan, sering lebih sukar menyembuhkannya sebab kemungkinan akan terjadi apa yang disebut sebagai “fenomena pingpong”. Artinya setelah diobati, dan pihak istri sembuh, namun bila suami tak diobati, sewaktu berhubungan seks, suami yang sudah tertular istri, akan menulari kembali istri yang sudah diobati dan sembuh. Dan, begitu terjadi seterusnya sehingga keputihan istri tak kunjung selesai sembuh.

Maka, jika istri kedapatan keputihan, suami pun sekaligus perlu diobati juga kalau terbukti positif. Gejala keputihan pada pria tidak senyata pada wanita. Tidak selalu keluar lendir keputihan seperti pada wanita. Mungkin hanya titik lendir, dan keluhan gatal di ujung liang kemih saja. Dengan cara pemeriksaan lendir yang mungkin keluar dari liang kemih kemaluan, dapat dipastikan apakah memang sudah terjadi penularan keputihan pada pihak suami.

Selama istri dalam pengobatan keputihan, dianjurkan tidak bersetubuh dulu sampai keduanya betul-betul sudah dinyatakan sembuh. Tandanya keputihan sudah sembuh, keluhan dan gejala keputihannya sudah mereda selain lendirnya sudah kering sama sekali.

Seringnya keputihan kambuh, lantaran pengobatan belum tuntas sama sekali sedang obat sudah dihentikan. Mestinya obat belum boleh dihentikan selama keputihannya masih ada sebagaimana mungkin tampak masih keluar lendir abnormalnya yang mungkin membercak di pakaian dalam, selain masih ada keluhan gatal dan berbau.

Keputihan jenis penyakit yang dibiarkan tanpa pengobatan akan berkembang semakin hebat. Keputihan membuat suasana vagina lebih masam. Jika dibiarkan dapat menjalar terus ke organ reproduksi.

Pada wanita yang belum pernah menikah, belum pernah berhubungan seks, obat keputihan hanya dalam bentuk obat minum saja. Sedang untuk wanita yang sudah pernah menikah, bisa juga diberikan obat yang dimasukkan ke liang vagina (vaginal suppositoria) selain obat minum.

Kasus keputihan yang tak kunjung menyembuh kendati sudah berkali-kali diobati, bisa jadi sebab keputihan jenis yang komplit (disebabkan oleh lebih dari satu dari ketiga penyebab), namun tidak diberi obat yang komplet untuk membasmi lebih dari satu jenis penyebabnya. Atau mungkin juga karena masa pemberian obatnya belum tuntas menumpas bibit penyakitnya, selain karena pilihan obatnya tidak sesuai dengan jenis penyebab keputihannya. Jangan lupa, penyakit kelamin kencing nanah pun gejalanya mirip keputihan juga. Mungkin menyerupai keputihan yang disebabkan oleh jamur atau parasit, namun tidak gatal, dan tidak pula berbau. Keputihan kencing nanah muncul pagi hari pada pria. Namun, pada wanita sering samar-samar, dan baru kelihatan jika dilakukan pemeriksaan dalam oleh dokter.

Apabila merasa punya riwayat pernah berhubungan seks dengan pria lain sebelum menikah, lalu muncul keputihan beberapa hari kemudian, waspadalah, siapa tahu benar sudah tertular kencing nanah GO (gonorrhoe). Untuk memastikan betul kalau itu kencing nanah, lendir keputihannya diambil di laboratorium untuk dibiak. Kalau hasilnya ternyata positif GO, sebaiknya diobati sampai tuntas sebelum malam pengantin. Kencing nanah yang tidak diobati bisa berkomplikasi sampai ke dalam kelenjar yang berada di sekitar vagina (bisul vagina) selain kemungkinan menembus memasuki organ reproduksi bagian yang lebih atas, memasuki saluran telur, seperti yang sering menjadi akibat penyakit menular seksual lain (oleh kuman chlamydia). Kedua penyebab itu sama-sama bisa berakhir dengan kemandulan juga.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More